Tampilkan postingan dengan label Cerita Anekdot. Tampilkan semua postingan
Senin, 23 Februari 2015
Sepatu-sepatu pergi Muda
Sepulang sekolah sambil menunggu jemputan, udin dan amat
yang keduanya adalah anak TK yang memproklamirkan diri sebagai anal paling jago
berbahasa inggris di seantero Jatinangor. Mereka saling memberikan pertanyaan.
“Kalau bahasa inggrisnya kursi
apa, Met?”
“Aaah gampang, chair, kan?”
“Kalau kursi merah bola panjang,
apa?”
“ceret bolong (chair red ball
long).”
“Aah iru mah maksa. Kalau gitu
mah saya juga punya pertanyaan. Din, bahasa Inggrisnya, mmhh …. Sepatu-sepatu
pergimuda, apa coba?”
“Ah ga bisa, nyerah, apa sih?”
“shoe-shoe go young .. he he he”
“Iiih, kamu mah jorok”
sumber : Deddy Mulyana, 2006,
Komunikasi Jenaka. Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA
Kesopanan Bangsa Inggris
Karena kesopanannya
ini, seorang pencuri di Inggris gagal dalam usaha perampokannya dan ditangkap. Pencuri
tersebut membawa 14 lukisan yang sangat berharga dan bernilai tinggi dari suatu
Museum. Kalau saja ia lebih cepat tentu ia akan berhasil, namun ia melihat buku
tamu dan kemudian mengisinya dahulu. Dan akhrinya polisi datang dan
menangkapnya.
sumber: Deddy Mulyana, 2006,
Komunikasi Jenaka. Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA
Pembicaraan Dua Presiden
Presiden
Amerika Serikan, John Kennedy dan presiden Meksiko, adolfo Lopez Meteos,
bertemu di Meksiko pada tahun1962. Ketika mengendarai mobil, Kennedy
memperhatikan jam tangan Presiden Meksiko. Kennedy pun memuji lopez: “Betapa
indahnya jam tangan Anda.” Lopez segera memberikan arlojinya kepada Kennedy
seraya berkata: “jam tangan ini milik Anda sekarang.”
Kennedy merasa
malu karena pemberian itu, ia berusaha menolaknya, namun presiden Meksiko
menjelaskan bahwa di negaranya ketika seseorang menyukai sesuatu, maka sesuatu
itu harus diberikan kepadanya. Kepemilikan adalah masalah perasaan dan
kebutuhan manusia, bukan milik pribadi.
Kennedy terkesan dengan penjelasan
tersebut dan menerima arloji itu dengan rendah hati. Tak lama kemudian,
Presiden Lopez berpaling kepada Presiden Amerika dan berkata: “Aduh, betapa
cantiknya istri Anda” mendengar hal itu Kennedy menjawab: “Silahkan ambil
kembali jam tangan Anda” ..
sumber: Deddy Mulyana, 2006,
Komunikasi Jenaka. Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA
Bahasa Tubuh
Ada sepasang kekasih yang berbeda
negara. Karena mereka sudah menjalin asmara selama lima tahun akhirnya mereka
menikah, pengantin pria berasal dari Norwegia, sedangkan wanitanya berasal dari
Indonesia. sang istri di bawa ke Norwegia oleh sang suami dan tinggal di rumah
sang suami.
Karena baru
saja menikah maka sang istri ingin membuatkan makanan untuk sang suami. Sang istripun
pergi kepasar untuk membeli ayam untuk membuat sop kegemaran suaminya. Tapi celakanya
sang istri tidak bida berbicara bahasa Norwegia, maka ia menirukan suara ayam,
sambil melakukan gerakan layaknya ayam. Sang pedangpun mengerti ia segera
memberikan seekor ayam.
Keesokan harinya
sang istri ingin membeli telur bebek, maka ia mengepalkan tangannya dan
menirukan suara bebek berkali-kali sambil menunjuk telur bebek. Akhirnya sang
pedagang mengerti dan memberikan telur bebek.
Celakanya
pada hari berikutnya sang istri ingin memasak sosis. Ia bingung sekali
bagaimana cara membeli sosis tersebut, sang istri berpikir …. Akhirnya ia
mendapatkan ide. Ia pergi ke pasar mengajak sang suami.
Tahukah Anda apa yang sang istri lakukan?? ??
?
?
?
Jawabannya ada dibawah.
Agak ke bawah lagi..
Apa yang Anda pikirkan??
Hampir benar ..
.
.
.
Jawabannya adalah : ia menyuruh suaminya untuk membeli
sosis. Dia kan bisa bahasa Norwegia …
sumber: Deddy Mulyana, 2006,
Komunikasi Jenaka. Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA
Bahasa Inggris
Disebuah sekolah dasar di
Bandung, ada seorang guru bahasa Inggris dan merupakan pengalaman pertamanya
mengajar. Dia memberi PR kepada murid-muridnya yaitu mencari kosakata dalam
bahasa Inggris yang terdiri atas tiga kata dan akan di tes pada pertemuan
berikutnya.
Tommy, salah seorang muridnya
kebingungan mencar PR tersebut, dalam perjalanan pulang ke rumah ia melihat
sepasang suami istri sedang bertengkar. Dia mendengar sang laki-laki berteriak,
“Shut up you!!!”
Sesampainya dirumah ia bertanya
kepada bapaknya, “Apakan shut up itu termasuk bahasa inggris?” jawab bapaknya “iya”.
Alhamdulillah dapat satu kata ucap Tommy dalam hatinya.
Setelah mandi dan makan kemudian
ia menonton TV cerita superman. Ketika superman akan terbang ia berkata “Superman!!”
lalu dia bertanya lagi kepada bapaknya, “Apakah superman juga termasuk dalam
bahasa inggris?” jawab ayahnya “iya, nak”
“Asyik sudah dua kata ….” Kata Tomi dalam hatinya
Setelah menonton TV ia pergi ke
perpustakaan bersama kakaknya. Ia melihat seorang laki-laki dan seorang
perempuan sedang bertengkar berebut buku. Perempuan itu berkata “Ladies first.”
Kemudia bertanya kepada kakanya “Apakah Ladies first termasuk dalam bahasa
Inggris?” kemudaian kakaknya menjawab “iya”. Kata Tommy “aku sudah dapat tiga
kata bahasa Inggris.”
Tiba saatnya pertemuan di kelas, kemudian membahas PR bahasa
Inggris tersebut.
Ibu Guru : “Well,
kids, did you all get the words?”
Murid : “Yes,
Teacher .. !”
Ibu Guru : “Good,
what is you first word?” tanya bu guru kepada Tommy
Tommy : “
Shut up you!!”
Ibu Guru : “what
did you say? Are you mad? Who do you think you are?”
Tommy : “superman!!”
Ibu Guru :
Bloody fool!! Get out from this class!!!”
Tommy : “Ladies
First .. “
Ibu Guru : “Od,
my god …”
sumber :Deddy Mulyana, 2006, Komunikasi Jenaka. Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA
Juragan Garam
Alkisah seorang juragan garam terkaya di Madura ingin
melihat ibu kota Jakarta dimana mantan presiden “yang seorang kyai” tinggal. Ia
memutuskan pergi ke Jakarta dengan pesawat terbang.
Pembisnis : “Maaf, Pak, ini tempat duduk saya.”
Madura : “Sampeyan siapa?”
Pembisnis : “Saya penumpang.”
Madura : “Lho sesama penumpang kok ser-ngo-ser. Itu kan masih banyak kursi yang lain. Sampeyan dodok disana.”
Karena tidak ingin terjadi keributan maka si pembisnis
menemui premugari dan mengadukan hal tersebut. Dan setelah mengecek tiket milik
pembisnis, si pramugari menghampiri medura.
Pramugari :
“Maaf, Pak, bapak tidak boleh duduk disini. Tempat bapak dibagian lain.”
Madura : “Sampeyan siapa?”
Pramugari : “Saya pramugari.”
Madura : “apa itu pramugari?”
Pramugari : “saya bertugas melayani bapak.”
Madura : “Lho sampeyan tugasnya melayani saya kok ser-ngo-ser. Saya ndak mau!” (Hardik si Madura)
Karena kehabisan akal si pramugari menjumpai kapten dan
mohon bantuan atas perihal tersebut. Kaptenpun mendatangi si Madura.
Kapten :
“Maaf, Pak, tempat duduk ini milik bapak yang itu, jadi bapak harus duduk di
tempat lain.”
Madura : “Sampeyan siapa?” (tanya si Madura kesal)
Kapten : “saya pilot.”
Madura : “Apa itu pilot? Apa kerja sampeyan?”
Kapten : “ saya yang nyupir pesawat ini.”
Madura : “Saya naik bis ndak pernah di ser-oser sama supir. Pokoknya saya mau duduk disini.”
Akhirnya semua kehabisan akal dangan ulah si Madura. Tapi
untunglah penumpang terakhir yang baru naik adalah Mbok Bariyah. Langsung saja
pramugari menceritakan hal tersebut dan minta tolong kepada Mbok Bariyah untuk
berbicara dengan si Madura yang seharusnya duduk di kelas Ekonomi. Serta merta
Mbok Bariyah menghampiri Bapak Madura.
Mbok Bariyah : “He … he… he, pak sampeyan mau kemana?”
Madura : “Oh, saya mau ke Jakarta.”
Mbok bariyah : “Lho .. sampeyan salah, Pak. Tempat duduk ini untuk tujuan Medan. Kalau ke Jakarta tempatnya disana, dibelakang. Itu tempat sampeyan masih kosong.”
Madura : “Oh .. iya…, ini untuk yang mau ke Medan ya .. Terimak kasih, ya.”
sumber : Deddy Mulyana, 2006, Komunikasi Jenaka. Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA
Mahasiswa VS Tukang Fotokopi
Seperti hari-hari biasanya pak Amin (Sunda) penjaga fotokopi
di depan kampus sibuk dengan kertas-kertas polosnya yang membantunya bertahan
hidup. Tiba-tiba saja datang dua wanita cantik, yaitu karlina (Jakarta) dan
Cing Cing (Kalimantan).
“Pak,
fotokopi saya yan tadi disimpan sudah selesai?” tanya Cing Cing
“Eh si
eneng, mangga kalebet (sambil menggoda)” jawab pak Amin
“Mangga lagi, pagi-pagi gini
nawarin mangga. Saya nanya fotokopi saya yang tadi pagi sudah bereskan? Bukan
mangga pak Amin!” sahut Cing Cing
“Iya, iya, bapak tahu. Maksud
saya masuk dulu geulis.” Kata Pak Amin
“Sudah Pak, cepetan aja deh, kami
buru-buru nih, ada kuliah. Fotokopinya udah belum?” kata Karlina
“Eh si eneng meni ngotot.
Geulis-geulis judes. Ini fotokopinya udah kok dan semuanya jadi …..”
“Nah gitu dong dari tadi kek!”
kata Cing Cing
“Saya mah masih bujang neng,
bukan kakek.”
“saya juga bukan mamah pak Amin”
(sambil membayar uang fotokopi dan pergi).
Tetapi ketika pergi Karlina dan Cing Cing kembali lagi
karena bahan asli fotokopi mereka tertinggal.
“Pak
aslinya mana?” kata Cing Cing
“Oh.. saya
dari Majalengka, kalau eneng dari mana? (GR)
“Aduh
bapak, maksud saya, bahan asli fotokopi ini ketinggalan, mana?”
“Ooh, itu.
Ini Neng.” (sambil malu-malu)
Sumber : Deddy Mulyana, 2006,
Komunikasi Jenaka. Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA
Kamis, 19 Februari 2015
Panas Sekali disini
Seorang pria sedang berlibur ke
Bali. Istrinya sedang perjalanan bisnis ke Jakarta dan berencana untuk
bergabung pada keesokan harinya. Ketika sampai di hotel pria itu memutuskan
untuk mengirim E-mail kepada istrinya. Karena tidak berhasil menemukan kertas
memo dimana ia mencatat E-mail istrinya tersebut, maka ia mencoba untuk
sebisa-bisanya mengirim E-mail kepada istrinya.
Sayangnya
ia melupakan satu huruf dan E-mail tersebut meleset langsung ke seorang wanita,
yang suaminya baru saja meninggal satu hari sebelumnya. Saat wanita yang sedang
berduka itu membaca E-mail tersebut, ia berteriak dengan hebat, lalu jatuh ke
lantai dan pingsan seketika, keluarganya segera berlari ke ruangannya dan
melihat isi E-mail di layar komputer: “Istriku tercinta, baru saja aku sampai …
segala sesuatu telah disiapkan untuk kedatanganmu besok, … aku sangat
menantikanmu .. Oya, panas sekali disini ..
Langganan:
Postingan
(
Atom
)